Metro, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan akan menyetujui bila ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI yang ingin melakukan kunjungan kerja ke Jepang terkait proyek mass rapid transit (MRT). "Andai kata semasa kepemimpinan saya ada DPRD mau ke Jepang, saya setujui," kata Soni di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu, 15 Maret 2017.
Soni menuturkan alasan dirinya setuju karena proyek MRT sedang dikembangkan di Jakarta. Menurut dia, anggota DPRD DKI bisa memiliki wawasan lebih luas dengan mengunjungi langsung MRT yang ada di Jepang.
Soni menilai, dari seluruh provinsi, pejabat di DKI paling jarang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Adapun provinsi yang paling sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri adalah Jawa Timur.
Sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soni mengetahui bila ada pejabat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Semua perjalanan dinas memerlukan tanda tangan persetujuan dari Soni. "Ini lah yang menjadi pertanyaan saya hari ini," katanya.
Menurut Soni, jarangnya pejabat pemerintah dan anggota DPRD DKI yang ke luar negeri dimaksudkan agar tidak menghamburkan uang, dan memilih kunker di dalam negeri. Misalnya, dia menyebutkan, dengan studi banding ke Bandung dan Semarang.
Tetapi, Soni melanjutkan, karena jarang ke luar negeri, ia menganggap bahwa DPRD DKI kurang memiliki wawasan investasi Jakarta skala internasional. Sementara, warga DKI sendiri akan mengkritik jika ada anggota dewan yang kunker ke luar negeri.
"Misal MRT dari Jepang. Bagaimana MRT dibangun kalau belum pernah ke Jepang," ujarnya.
FRISKI RIANA



No comments