Nasional, Klaten -  Dari sekitar 700 keluarga di Desa Ponggok, sebanyak 430 keluarga menjadi investor dalam Punya 840 Danau, Kemenpar Upayakan Penyebaran Wisatawan)

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Joko Winarno mengatakan, sebagian warga Desa Ponggok sudah turut berinvestasi sejak BUMDes didirikan pada akhir 2009. Melihat obyek wisata Umbul Ponggok yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri terus menunjukkan prospek yang cerah, jumlah warga yang berminat untuk menanamkan modalnya semakin bertambah.

Sekarang sudah 76 persen keluarga di Ponggok yang berinvestasi. Nilai investasinya sekitar Rp 5 juta per keluarga. Adapun bagi hasil yang diperoleh berkisar 7 - 15 persen per bulan. "Tergantung dari tingkat kepadatan pengunjung,” kata Joko.

Dari hasil penjualan tiket dan penyewaan piranti selam air dangkal (snorkeling), Joko mengklaim pendapatan dari Umbul Ponggok berkisar Rp 500 juta per bulan. Puncaknya pada musim libur Lebaran. "Tahun lalu kami bisa mencapai Rp 1 miliar dalam sepekan,” kata Joko. (Baca: Potensi Wisata Indonesia Belum Dikenal di Eropa Timur)

Dengan berinvestasi di BUMDes Tirta Mandiri, tiap satu keluarga bisa menerima bagi hasil sekitar Rp 400.000 - Rp 500.000 per bulan. Dengan pendapatan pasif (pasif income) yang diperoleh dari bagi hasil tersebut, warga Desa Ponggok bisa punya tabungan untuk biaya pendidikan anaknya.

Selain warga, sejumlah lembaga di Desa Ponggok juga turut berinvestasi di BUMDes Tirta Mandiri. “Tiap RW berinvestasi masing-masing Rp 50 juta, PKK Rp 100 juta, PAUD/TK juga berinvestasi Rp 25 juta,” ujar Joko. Dengan turut berinvestasi, PAUD/TK di Desa Ponggok tiap bulan punya kas Rp 2,5 juta untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Joko menjelaskan, nilai investasi warga dan lembaga masyarakat di Umbul Ponggok saat ini masih di bawah 40 persen dari total investasi dari sejumlah pemegang saham. Kendati demikian, Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono mengklaim sudah tidak ada pengangguran di desanya. (Baca: Wisata Alam Jadi Destinasi Favorit Petualangan Generasi Milenial)

“Lima tahun lalu memang masih ada warga miskin. Sekarang semua pengangguran terserap di BUMDes Tirta Mandiri," tutur dia.

Pendapatan per kapita warga di Ponggok saat ini berkisar Rp 1,5 juta - Rp 2 juta,” kata Junaedi. Dia menambahkan, para ibu rumah tangga yang semula pengangguran kini juga turut diberdayakan dengan usaha olahan perikanan. (Baca: Naikkan Kemakmuran Warga, Presiden: Optimalkan Potensi Wakatobi)

DINDA LEO LISTY